UPT-Pusat-Bahasa-STKIP-PGRI-Pacitan-Beri-Pelatihan-Penulisan-Surat-Lamaran-KerjaUPT-Pusat-Bahasa-STKIP-PGRI-Pacitan-Beri-Pelatihan-Penulisan-Surat-Lamaran-Kerja

Persaingan dalam dunia kerja semakin ketat, tak jarang Human Resource Development (HRD) sebuah perusahaan maupun instansi memilih karyawan dengan mempertimbangkan Curriculum Vitae (CV) dan Surat Lamaran Kerja pelamar.

Mufida Nadira Yuni Pureka, M.Pd. narasumber Pelatihan Penulisan Curriculum Vitae (CV) dan Surat Lamaran yang diselenggarakan oleh UPT Pusat Bahasa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pacitan menyampaikan bahwa terdapat etika dalam menulis lamaran pekerjaan.

“Menulis lamaran kerja itu ada etikanya, bagaimana caranya kita membranding diri agar bisa diterima oleh suatu perusahaan,” tuturnya.

Karena surat lamaran kerja adalah salah satu cara yang digunakan pelamar untuk berinteraksi dengan perusahaan yang dilamar.

“Saat menyusunnya, kita harus memperhatikan penulisan kita dan harus sesuai dengan EYD yang benar,” terangnya.

Tidak hanya itu, penggunaan bahasa dalam surat lamaran kerja sangat diperhatikan dan di dalamnya harus memuat data diri yang akurat.

“Menggunakan bahasa yang jelas, menyantumkan jenis pekerjaan atau posisi yang diinginkan serta menunjukkan keahlian yang dimiliki,” tandasnya.

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris tersebut menjelaskan, untuk senantiasa menjaga etika ketika akan melamar kerja supaya meninggalkan kesan positif.

“Tunjukkan antusiasme teman-teman dalam perusahaan tersebut dan jangan lupa mengucapkan terima kasih,” imbuhnya.

Senada dengan hal itu, Kepala UPT Bahasa Dita Indah Puspita menyampaikan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa. Hal ini dikarenakan salah satu tujuan setelah lulus dari perguruan tinggi adalah bekerja dan bisa mendapatkan pekerjaan yang baik.

“Sehingga penting untuk memahami cara menyusun curiculum vitae maupun surat lamaran kerja,” tandasnya.

Spread the love